Bulan Ramadan yang penuh dengan hikmah dan makna, didambakan bisa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Pemahaman akan nilai-nilai puasa dalam dimensi kemanusiaan akan membawa kita pada kemapanan dalam bersikap antara satu dan yang lainnya.
Puasa dengan sendirinya memberikan pelajaran bagi umat Islam untuk merasakan kesulitan orang lain, dari sana diharapkan bisa muncul rasa kepedulian terhadap sesama. Ada semacam getar belas kasih pada kaum miskin yang selama ini hampir tidak dilihat. Sehingga ada kesadaran dan dorongan untuk melaksanakan zakat, infak, dan sedekah.

Ketika kita belum sepenuhnya bisa menghayati kemanusiaan dalam pertarungan melawan hawa nafsu, maka yang kita lihat sehari-hari adalah ketimpangan yang semakin mencekam. Mereka yang posisinya di atas, berbondong-bondong untuk membeli persediaan buka puasa sedemikian rupa, tetapi abai pada mereka yang berada di sepanjang jalan yang tidak menikmati sebungkus nasi dari kemarin, misalnya. Lebih-lebih jika bulan puasa hanya penundaan terhadap jam makan, karena ketika waktu buka puasa semua menu makanan di meja dilahap habis.
