PURNAMA CINTA DALAM HIKAYAT LAUT
Riwayat 27 Juni 2022
Aku meminangmu dengan bismillah yang tumbuh dan mengakar di jantungmu. Merawatnya dalam hikayat laut yang mencatat sebuah arti: tentang kisah pertemuan gelombang dan batu-batu yang mencipta cinta. Meskipun keabadian merapuh di antara dua tiupan angin. Begitu purnamanya cinta, ketika dua kaki bertemu di tepi nan sunyi, “Bismillah, cintaku adalah doa.”

Pada ruang–tempat sepasang mata saling merebut kenangan. Aku membiarkan isyarat ketulusan pada debar hati. Ada bahagia yang kian berlinang ke laut; menjadi harapan mahligai surga di jembatan kesunyian. Barangkali, camar-camar telah putus asa memisahkan aku dan kamu, setelah tasbih mengikatnya dengan tahlil kehidupan. Sebab, aku hanyalah kepastian yang mengikatmu dalam hikayat laut.
Jate, 13 Juli 2022.
