Salah satu warisan yang tak pernah lekang dari Kartini adalah semboyannya: Habis Gelap Terbitlah Terang. Semboyan ini merupakan hasil pemikiran dari Kartini yang kemudian membuatnya terinspirasi untuk mengangkat derajat wanita pribumi yang pada zaman dahulu tidak boleh untuk sekolah dan mengenyam pendidikan.
Darimana Kartini memperoleh pengetahuan untuk merumuskan semboyan tersebut? Ternyata, semboyan Habis Gelap Terbitlah Terang tersebut terinspirasi dari sebuah ayat Al-Quran yang telah diajarkan oleh kakeknya. Sang kakek memang dikenal sebagai guru mengajinya semasa kecil sampai menikah. Karena ketekunan dan keingintahuan sang cucu sangat besar tentang Al-Quran, maka sang kakek membuat terjemahan Al-Quran dalam bahasa Jawa dan memberikannya sebagai hadiah pernikahan untuk RA Kartini.

Ayat Al-Quran yang menginspirasi Kartini membuat semboyan tersebut ada pada Surat Al Baqarah Ayat 257, yang artinya, “Orang-orang yang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya.” Rupanya, ayat pendek ini memiliki makna yang begitu mendalam bagi Kartini. Maka, dari kalimat tersebutlah RA Kartini menemukan sebuah semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang”— yang kemudian menjadi judul bukunya yang berisi kumpulan surat-surat Kartini.
