Ki Hajar Dewantara benar-benar menginginkan agar peserta didik tidak hanya terfokus perhatiannya oleh dunia pendidikan di dalam kelas. Sebab, walau bagaimanapun, ilmu yang mereka dapatkan di dalam kelas, perlu diaplikasikan ataupun dikombinasikan dengan realita di luar kelas. Peserta didik perlu mempelajari realitas yang ada di lingkungan mereka, sehingga apabila mereka lulus dari lembaga pendidikan, mereka mampu menjadi sosok tangguh dan cerdas untuk memperbaiki kondisi sosial yang kurang sesuai.
Relevansi Kelas Tiga Dinding

Konsep “Kelas Tiga Dinding” yang digagas Ki Hajar Dewantara juga relevan apabila ditinjau dari penelitian yang dilakukan oleh Wahyu Khafidah dan Maryani (2020) dengan judul “Aspek Sosial dalam Pendidikan”. Dalam penelitian tersebut, peneliti mengemukakan jika aspek luar sekolah dalam pendidikan merupakan hal yang penting adanya. Karena realitas manusia yang tercipta sebagai makhluk sosial, mewajibkan setiap insan untuk mengenal lingkungannya, termasuk problematika dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya. Dan apabila ditarik dalam muatan agama, konsep ini juga relevan dan diajarkan dalam salah satu ayat di Kitab Suci Al-Qur’an.
Dalam QS. Al Hujurat ayat 13, Allah swt berfirman; “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu”.
Di sini, Allah menunjukkan bahwa konsep dasar yang harus dipelajari oleh manusia adalah konsep saling mengenal. Dan lingkup saling kenal mengenal ini sangatlah luas, dan tidak mungkin hanya bisa dipelajari di dalam sekolahan. Maka sesekali peserta didik harus berefleksi terhadap dunia luar untuk mengenal tentang terciptanya lingkungan, mobilitas yang terjadi didalamnya, siapa saja pelaku yang ada didalamnya, dan pengaturan yang harus dilakukan agar semuanya bisa tetap berjalan. Inilah sebenarnya fungsi dari pendidikan yang diselenggarakan, yaitu menghasilkan generasi yang cerdas untuk memimpin peradaban ke arah kemajuan.
