Kini ramadan sudah mau pamitan
Bulan penuh berkah dan ampunan
Bulan yang menghiasi hati dengan iman
Bulan dimana setan-setan dibelenggu dalam tahanan
Waktu terus berputar, hari pun ikut berlalu
Aroma ramadan telah mencapai akhir perjumpaan
Air mata mengalir kadang terlintas pilu
Meninggalkan bulan beribu ampunan menuju kemenangan yang didambakan.

TUMPAH KENANGAN RAMADAN
Sudah saatnya kenangan ditumpahkan
Setelah lama hinggap bersemayam
Hampir usang menunggu kelamaan
Kadang lupa jalan menuju tempat kelahiran
Gema takbir berkumandang kembali mulai
Seketika hati rindu tumpah Kenangan
Menelusuri jalanan desa penuh mahligai
Bayang wajah orang tua menggerogoti pikiran
Hati terus mendesak, badan pun ikut tergerak
Mudik meski jauh tak mengenal jarak
Sebab rindu sudah tumpah kesekujur badan
Melukis bayangan mengingat kenangan
