Menurut Koordinator Guru Asrama Perguruan Thawalib Azhari Andi, Ceramah singkat di kampung halaman santri ini memang merupakan program liburan Ramadan Perguruan Thawalib. Santri Perguruan Thawalib berasal dari berbagai daerah, seperti Padang Panjang, Padang, Damashraya, Kepulauan Mentawai, dan daerah lainnya di Sumatera Barat. Bahkan ada yang sampai ke provinsi luar Sumatera Barat, seperti Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan provinsi lainnya.
“Selama libur Ramadan ini, santri diberi tugas-tugas salah satunya adalah memberikan ceramah di masjid atau musala di kampung halaman mereka,” katanya Senin (26/4/2021). Dijelaskannya, kegiatan ceramah tersebut merupakan inisiatif dari para santri. Bukan diisiasi pihak pesantren. Para santri ingin menjajal kemampuan dan mengamalkan ilmunya. Sebab, selama di perguruan Thawalib, mereka memang telah mendapatkan bimbingan dan pelatihan teori dan praktik ceramah.

Kegiatan ceramah para santri di kampung halaman masing-masing itu banyak direkam dalam video, kemudian dikirimkan ke Perguruan Thawalib. Yang merekam biasanya para wali santri atau keluarganya. Para wali santri menyambut baik kegiatan ceramah santri di daerah masing-masing.
