Sanad, di dalam ilmu Musthalah Hadis dijelaskan sebagai orang yang membawa muatan Hadis dari satu thabaqat (tingkatan) ke thabaqat berikutnya. Pentingnya posisi sanad dalam ilmu Hadis menurut para ulama untuk mengetahui otensitas dan validitas suatu sumber pengetahuan. Bagaimana asal riwayat sumber tersebut yang menyandarkan konteksnya kepada Nabi Muhammad SAW, haruslah dapat dipertanggungjawabkan.
Laiknya kegiatan pesantren pada umumnya, kegiatan seminar ini dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua IAA Pusat, yang dalam hal ini disampaikan oleh Sahnawi Hasan. Dalam sambutannya, Sahnawi mengucapkan terima kasih kepada kedua narasumber, moderator, seluruh peserta baik putra maupun putri, serta para peserta yang sempat hadir melalui video conference di tempat mana saja.

“Semoga acara seminar ini benar-benar memiliki hikmah untuk memahami terkait dengan sanad pendidikan dan keilmuan Kiai Annuqayah,” demikian Sahnawi mengatakan di antara sambutannya. Kemudian pra-acara seminar ditutup dengan pembacaan doa yan dalam hal ini disampaikan oleh KH Muqeit Areiv, alumni Annuqayah, mantan Wakil Bupati Jember.
Dalam seminar kepesantrenan yang dimulai pada jam 09.00 WIB ini, Fathol Haliq yang bertindak sebagai moderator memulai acara dengan narasi pentingnya sanad keilmuan demi validitas dan keabsahan. Oleh karena itu menggali sanad keilmuan Kiai Annuqayah bagian penting yang tidak terpisahkan dengan ilmu itu sendiri.
