Hingga pada waktunya ia balik ke kampungnya, ia mulai menyadari bahwa iman tidak selalu diajarkan lewat kitab kuning, ceramah kiai, dan ayat-ayat suci. Terkadang, kita harus bercanda dengan fondasi-fondasi dasar, agar menjadi tesis yang menarik untuk disampaikan ke otak masyarakat awam.
