Begitu pula dalam kisah asmara. Kisah asmara santri sering unik. Bagaimana tidak? Sebagai pria, misalnya, saya biasanya percaya diri dan biasa saja bila bertemu cewek di tempat-tempat umum. Namun di pesantren beda situasinya. Saya sebagai santri putra justru malu jika bertemu santri putrid di lingkungan pondok, apalagi jika bertemu santri putri yang disukai. Bahkan, saya juga pernah mendapat teriakan-teriakan dari santri putri ketika selesai tampil dalam sebuah acara. Bila sebagian orang merasa senang, hal itu justru membuat saya malu. Dan selain itu, santri juga cukup unik dalam menyampaikan perasaan. Biasanya disampaikan lewat surat dengan lipatan yang cara melipatnya telah menjadi rahasia umum di kalangan santri.
Di balik romantika hidup di pesantren, kita akan mendapatkan ilmu-ilmu dan banyak pengalaman yang sangat bermanfaat. Selain ilmu agama seperti kitab-kitab kuning dan juga nahu- saraf, atau mendalami dan menghafal al-Quran, kita juga mendapatkan ilmu-ilmu yang lain, seperti pelajaran pada umumnya. Dan tidak lupa juga, dari semua itu yang terpenting adalah ilmu tentang pengalaman. Pengalaman menjadi santri yang tidak mudah namun takkan pernah terlupakan.

Itulah sekelumit cerita saya hidup di pesantren.
