Santri dan Riset

Alhamdulillah, responnya cukup baik. Para peserta terlihat antusias dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dibuka melalui berbagai teknik penelitian kualitatif. Hak itu nantinya saya harapkan dapat memberi keyakinan bagi mereka untuk tidak takut atau ragu-ragu dalam mengembangkan penelitian sendiri.

Dunia penelitian bukan dunia yang “menyeramkan” atau “misterius”, yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang “pilihan”. Tidak. Dunia penelitian sesungguhnya dunia yang biasa-biasa saja, sewajar kita menjalani hidup sehari-hari. Metode penelitian bukan aturan-aturan yang harus “disembah”, melainkan sekadar penuntun bagi kita untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dari penelitian itu sendiri. Meski buku-buku metodologi (dan kelas-kelas metodologi di kampus) memang terlihat pelik, jelimet, dan cukup memusingkan, dalam praktiknya penelitian adalah kegiatan yang “normal” saja dalam dunia akademik.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Saya bahkan sengaja menyitir potongan Sajak Sebatang Lisong karya WS Rendra: “…Kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing/Diktat-diktat hanya boleh memberi metode/ tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan/Kita mesti keluar ke jalan raya, keluar ke desa-desa/mencatat sendiri semua gejala, dan menghayati persoalan yang nyata.”

Puisi yang ditulis tahun 1977 ini, menurut saya masih sangat relevan. Kalau kita tidak bekerja melakukan penelitian sendiri, maka takdir kita sebagai “konsumen” pengetahuan yang dijejali “rumus-rumus asing” tidak akan berubah. Dan kita tidak mungkin memproduksi pengetahuan, kecuali dengan turun ke jalan raya, ke desa-desa, dan mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata di masyarakat.

Sedikit-banyak spirit semacam inilah yang ingin saya tularkan, melalui sesi pendek pelatihan dasar-dasar penelitian di Pesantren Cipasung, yang berlangsung kurang-lebih dua jam. Dan sekali lagi, alhamdulillah, respon para santri yang menjadi peserta sangat baik. Saya kagum dengan semangat mereka dalam mereguk ilmu-ilmu baru, bahkan untuk sesuatu yang mungkin agak asing bagi mereka, seperti metode penelitian sosial yang saya bawakan.

Tinggalkan Balasan