Istilah “good looking” atau “enak dilihat” seolah menjadi obsesi seorang remaja masa kini agar diakui keberadaannya. Tak terkecuali di kalangan santri. Lebih-lebih santriwati.
Sekarang, kitab-kitab salaf sudah bukan lagi topik utama untuk dikaji, didalami. Lihatlah, misalnya, ketika liburan tiba, yang mereka dahulukan adalah wajah cerah, bukan masa depan cerah. Padahal, hari-hari ini kita sedang mengalami berbagai krisis, termasuk krisis moral. Contoh kecilnya adalah bisa dilihat mulai dari style hijab trendy yang lebih mirip “buntelan lontong” yang subhanallah ketatnya hingga virus “insecure” yang selalu membuat kita kurang bersyukur.

