Dalam sambutannya, ketua PCNU Lesbumi Sumenep Kiai Humaidi mengungkapkan, festival ini diselenggarakan untuk membangun spirit merawatkearifan lokal yang dicontohkan para ulama terdahulu, khususnya Wali Songo.
“Malam Salekoran (malam tanggal 21) yang dihelat di bulan Shafar kami jadikan momentum untuk berefleksi bahwa dengan adanya tradisi dan kebudayaan di Sumenep tidak lepas dari tangan dingin para ulama, khususnya tokoh walisongo,” katanya.

Hadir pula dalam festival ini adalah Inayah Wulandari Wahid, putri Gus Dur yang kehadirannya mewakili Pengurus Lesbumi Pusat. Dalam orasinya, Inayah Wahid banyak menjelaskan tentang perlunya merawat kearifan budaya lokal. “Peradaban dan kebudayaan kini hampir punah, maka dengan demikian justru harus tetap dijaga dengan kata lain tidak mengurangi rasa patuh kita terhadap norma-norma yang ada,” ungkapnya.

Terima kasih
K. M. Fauzi atau K. M. Faizi?
Tolong bantu komen di grup, biar gak salah paham hehe, makasih atas komennya