Juri lomba puisi, Arina Silviya menyampaikan kata-kata motivasi untuk santri agar senantiasa menulis. “Menulislah bukan untuk menang, tapi menulislah untuk mengekspresikan hati, karena dengan menulis kamu akan terkenang dan namamu jadi abadi.”
Kegiatan disambung ziarah dan mujahadah akbar “Nihadhul Mustaghfirin” di makam waliyullah Syekh Hasan Munadi Nyatnyono, pada Kamis malam Jumat (17/10/24). Perjalanan dilalui dengan mengendarai sepeda motor bebarengan (nightride) dan dipimpin langsung oleh pengasuh, Gus M Thoriqul Huda.

Pembacaan Selawat Nariyah bersama yang dipimpin langsung oleh pengasuh dan nonton bareng yang menjadi tradisi di Pesantren Daarun Najaah ini dilaksanakan pada malam puncak Hari Santri, Senin malam (21/10/24). Selawat Nariyah dibaca sebanyak 4444 kali dari akumulasi bacaan setiap santri, yaitu 32 selawat dan ditutup doa.
