Dalam tausiahnya, Kiai Muslih Ilyas menjelaskan berbagai aspek kehidupan Rasulullah yang patut dicontoh. Seperti, kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang. Ceramah ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi santri untuk lebih baik dalam amal dan akhlak mereka sehari-hari.
Selain ceramah, acara mauludan di Bangunjiwo juga dimeriahkan dengan pentas seni islami. Salah satu pertunjukan yang menarik adalah drama sejarah yang menggambarkan berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Rasulullah.

Drama ini dibawakan oleh santri dengan penuh semangat, dan berhasil menyentuh hati para penonton. Selain drama, ada juga pembacaan puisi yang menyanjung jasa-jasa Nabi Muhammad. Puisi-puisi ini ditulis dan dibawakan oleh santri sendiri, dengan kata-kata yang penuh makna dan emosional, menambah khidmat suasana perayaan.
Selain itu, juga ada lomba hafalan hadis dan doa yang jadi salah satu acara unggulan dalam perayaan ini. Santri yang berpartisipasi dalam lomba ini menunjukkan kemampuan hafalan mereka dan keakuratan dalam membawakan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Penilaian lomba dilakukan dengan sangat teliti, dan pemenang diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha mereka dalam mempelajari dan mengamalkan hadis dan doa.
