Seorang pejalan merabas belantara sunyi
Melewati pahit getir malam, sendiri ia

Berdarah-darah, berlari dari kejaran
Bayang-bayang kekasih
“Sebenarnya adakah tempat sembunyi
dari sorot mata yang lirih itu?”
Seorang pejalan merapal permohonan
Berlarik-larik puisi ia tuliskan, sebab
Perpisahan ternyata bisa beranak pinak
