Sunah Nabi dan Komodifikasi Agama

Jika kita cermati, ajakan-ajakan untuk mengkonsumsi produk-produk Islami tersebut umumnya juga disertai dengan kutipan hadits dan kontak yang bisa dihubungi untuk membeli produk tersebut. Hal ini menjadi cukup menggelikan ketika orang kemudian sadar bahwa agama ternyata dikomodifikasi sedemikian rupa untuk memanipulasi pasar. Dalil dan klaim soal yang Islami, yang sunah Nabi, yang sesuai ayat al-Quran digunakan sebagai justifikasi untuk berjualan produk yang tujuannya untuk mendapatkan uang. Meskipun, tentu saja, mereka menggunakan bahasa-bahasa yang sangat halus (sekaligus menormalisasi) untuk itu, yang kurang lebih: berniaga sebagai bentuk sunah Nabi dengan menjual produk-produk Islami.

Apakah itu salah? Belum tentu. Orang bebas saja menggunakan promosi-promosi untuk berjualan. Tetapi, promosi menjadi problematis ketika dalam berjualan kurma, misalnya, membandingkan dengan klepon sebagai makanan yang tidak Islami. Sehingga, pemaknaan tentang yang Islami, yang sunah, yang mengikuti al-Quran seolah-olah dikerdilkan hanya untuk melayani kepentingannya semata. Padahal, Islam diturunkan Allah untuk menjadi rahmat seluruh makhluk di muka bumi, bukan untuk satu golongan saja.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan