Selang 4 tahun gubuk itu roboh
Sebab badai dari arah pantai
Mencederai organ yang semua orang menganggapnya kasat mata
Melukai organ yang tak pernah kutemukan darahnya
Jerit tangis dan air mata
Teracik bersama badai
Hingga tercipta racun pahit membuat diri buta arah

Ya Tuhan
Waktu memang pudar
Racun semakin menjalar
Dan tak pernah kutemukan penawar
Di sana juga di sana banyak suara
Menyuruhku pindah bangun penggantinya
Di sini hanya di sini dalam hati
Suara cinta menutup telinga
Tempat ini terlalu nyaman untuk kutinggal
Dan badai adalah peristiwa alam
Di tempat manapun bisa saja terjadi
Bukankah gubuk ini hanya roboh masih bisa diperbaiki
Menjadi rumah terang setelah kupinang
Menjadi sekuat karang yang tahan serang
Sumenep, 2024.
