Bapak Mohammad Diponegoro (selanjutnya: Bapak Dipo, Pak Dipo), izinkan saya menulis dan mengirimkan surat ini sebagai bentuk pekabaran, atau barangkali sekadar tanda hormat dan rindu,…
View More Surat Kedua: Kepada Pak Dipo (28 Juni 1928–9 Mei 1982)Populer
“Mens Rea” dan Kewajiban BerpikirDemokrasi kita ramai. Suaranya keras. Gesturnya meyakinkan. Tapi sering kal...
Pramugari Palsu dan Fenomena Pretensi SosialBanyak orang bertanya apakah fenomena kepura-puraan identitas sosial—sepert...
Akankah Tradisi Keilmuan di Pesantren Tergeser?Perkembangan kajian keislaman di ruang digital dalam beberapa tahun terakhi...
Anti-Burnout dengan Jalur LangitDunia hari ini adalah sebuah mesin raksasa yang tidak pernah tidur. Di bali...
Trending
“Mens Rea” dan Kewajiban BerpikirDemokrasi kita ramai. Suaranya keras. Gesturnya meyakinkan. Tapi sering kal...
