JERITAN HATI
Tercekik dalam gulungan dosa tak berkesudahan
Lalu mata-mata hampir mencuat bersama isak tertahan
Pun lidah terjulur yang memakan segala ucapan
Berada pada sudut gelap tiada penerangan

Rantai-rantai besi melingkari kaki mereka
Sesal berjalan seiring dengan tiupan angin bara
Yang berembus di sekeliling raganya
Mereka tamak dan gemar menghina
Memasang wajah masam pada si fakir dan angkuh tingkat tinggi
Hingga saudara seiman seolah terludahi
Oleh cercaan mulut-mulut mereka sendiri
Sungguh, tidakkah itu dapat mewujud segala rugi
Menjerit aku! Meruah tangis tak tersesap!
Membaca ayat-Mu di atas hati yang lembap
Lantaran setan begitu tega membiarkan terjerembap
Jauh, jauh dalam lingkaran haram, di sanalah cela tertancap
Menjerit aku! Memohon ampunan yang begitu mulia
Dari-Mu pemilik indah-indah nuansa surga
Hindarkanlah diri ini dari gejolak api Huthamah pun Saqar yang mampu membakar daging sampai tak bersisa
Jangan lelehkan aku! Jangan di dalamnya
Semarang, Juni 2022.
ilustrasi: @rsipivaa, mochtar apin.
