Jika NU memutuskan kembali ke khittah, maka Indonesia harus bersiap kembali menghadapi ancaman peperangan saudara sebab kran antiradikalisme (NU) di pemerintahan menjauhkan diri dari politik. Politik identik dengan kekuasaan. Jika tidak berpolitik jangan harap bisa berkuasa. Bahkan dengan basis massa terbanyak, suatu saat NU bisa dikuasai jika memilih untuk apatis pada politik domestik.
