Selain kitab Sullam al-Munawraq, mereka juga mempelajari kitab Idhah al-Mubham min Ma’ani as-Sullam—kitab yang mensyarahi Sullam al-Munawraq—karya Syaikh Ahmad ad-Damanhuri. Dua kitab tersebut wajib dihafalkan oleh Mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid.
Metode pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran ilmu mantik ini adalah bandongan (ustaz memaknai kitab Idhah al-Mubham), kemudian mahasantri wajib membacakan kembali apa yang sudah dibacakan oleh ustaz (sorogan) dengan menggunakan kitab yang tanpa makna. Setelah itu mereka wajib menghafalkan substansi fashol yang telah dibaca meliputi ta’rif (definisi) dan taqsim (pembagian) berikut nadzomnya.

Kitab Tasyjir as-Sullam ini merupakan hasil dari ikhtiar Mahasantri Ma’had Aly angkatan 2019. Waktu itu mereka merangkum dan menulis ulang materi yang sudah dijelaskan oleh ustaz, baik berupa definisi dan pembagian yang ditulis dalam bentuk skema di papan tulis. Kitab ini diberi nama Tasyjir as-Sullam karena isinya berupa skema (men-skemakan kitab Sullam al-Munawraq).
