Sabana sukma terkemas kemarau
Gersang tiada oase berngarai
Saat badai kesakitan menerpa sukmaku
Istighfar terlafaz antara pucat pasi
Menyerah untuk kalah putuskan harapan
Aku rasa bukan pilihan tepat
Hamparan, serpihan…
Tanya di atas garis yang kurang tepat

Bagai dua sisi mata badik
Tajam tanya seribu keluh
Bijakkah insan-Mu lancang menguak
Rahasia waskita tafsir ruh
Sedang jelas nyata takdir tertulis
Ayat cinta-Mu anugrah nurbuat
Dalam tadah tangan kerendahan lugas
Peran terbagi skenario-Nya hebat
Gersang dan setetes embun
Laksana jiwa lapar, hingga hampir terkapar
Dahaga impas terbayar rida Tuhan
Bak setetes embun basahi nalar
