Transformasi Dakwah Santri Milenial

Padahal, bila kita kaji dalam banyak literatur agama, bidah itu dibagi menjadi beberapa macam, satu di antara adalah bidah hasanah, yaitu bidah yang baik. Salah satu bidah yang baik adalah disunahkannya salat tarawih secara berjamaah.

Untuk menjawab tantangan ini, kaum santri digadang dapat membentengi dan memandu masyarakat dengan argumen-argumen kuat yang disebar di media sosial sebagai jawaban atas keresahan masyarakat tentang hukum-hukum Islam. Kaum santri diharapkan menjadi tameng terjadinya keretakan hukum-hukum fundamental di tengah berkembangnya teknologi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jika dulu pada zaman Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tugas santri adalah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan bacaan wirid dan bambu runcing, maka sekarang lebih ke tinta untuk menulis argumen-argumen tentang persoalan masyarakat.

Dewasa ini, justru tidak hanya menulis dengan tinta di atas kertas, tetapi santri harus melek dan pandai dalam hal dunia maya. Kaum santri dituntut untuk bisa bergelut dan bersaing dalam dunia teknologi yang berkembang pesat. Contoh kecil, membuat website tentang keislaman seperti nuonline, duniasantri, dan lain sebagainya.

Selaras dengan ini, Sayyid Muhammad dalam Syariatullah Al-Khalidah mengatakan: ولا تدوم ولا تعم الأمم الا كانت معقولة المعنى. (Syariat tidak akan bisa konsisten dan menyebar luas di masyarakat, kecuali eksistensinya dapat dirasionalkan).

Tinggalkan Balasan