Metode pengajaran di pesantren juga mengalami perubahan, memperkenalkan pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis proyek.
Hal ini memungkinkan siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan memecahkan masalah secara kreatif.

Pemanfaatan media digital dalam pendidikan juga memperkaya pengalaman belajar siswa melalui akses terhadap berbagai sumber daya pendidikan global.
Selain itu, kurikulum pesantren kini lebih beragam dan tidak hanya mencakup ilmu agama, tetapi juga kecakapan hidup yang berkaitan dengan kebutuhan modern.
Program keterampilan seperti kewirausahaan, teknologi informasi dan bahasa asing diperkenalkan untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia luar dengan lebih percaya diri dan kompetitif.
Manajemen Sumber Daya
Revolusi pengelolaan pesantren juga mencakup perbaikan pengelolaan sumber daya, seperti sumber daya manusia, sumber daya keuangan, dan fasilitas fisik. Pelatihan dan pengembangan guru merupakan prioritas utama untuk memastikan mereka memiliki keterampilan mengajar terkini untuk memenuhi kebutuhan siswanya.
