Tuhan, jika Kau memang ada,
kenapa Kau begitu sulit dicintai?
Kenapa Kau hanya meninggalkan teka-teki,
tanpa peta, tanpa petunjuk yang pasti?
Tolong, bantu aku untuk membenci-Mu,
agar aku bisa hidup tanpa berharap pada yang tak terlihat.
Agar aku bisa menutup kitab-kitab suci,
tanpa merasa bersalah.

KEAJAIBAN YANG TAK PERNAH DATANG
Tuhan, aku pernah mengira Kau adalah mukjizat,
angin yang membelai wajahku di pagi hari,
cahaya yang merayap di sela dedaunan,
keajaiban yang datang di saat yang tepat.
Tapi hari demi hari berlalu,
dan aku hanya menemukan kehampaan.
Keajaiban itu tak pernah datang,
hanya janji yang digantung di langit tinggi.
Aku ingin meyakinkan diriku,
bahwa Kau bukan apa-apa,
bahwa Kau hanya mitos yang diwariskan,
bahwa aku bisa hidup tanpa percaya.
Tapi di ujung malam, saat kesunyian menggigit,
aku masih berharap Kau membantah segalanya.
Tolong, Tuhan, buat aku membenci-Mu,
agar aku bisa berhenti mencintai yang tak pernah nyata.
DOA YANG TAK PERNAH SAMPAI
Aku telah mengirimkan doa-doaku,
menulisnya dalam hujan,
mengukirnya di dalam air mata,
membisikannya dalam sepi yang tak bersuara.
