UII Gelar Muktamar Pemikiran KH Hasyim Asy’ari

“Alhamdulillah, para pendahulu selalu mengedepankan persamaan dan mengesampingkan perbedaan. Kalau tanpa itu, saya yakin UII tidak akan pernah berdiri. Hal tersebut juga tidak lepas dari pemikiran terdahulu, termasuk KH Hasyim Asy’ari yang pemikirannya melampaui zaman,” jelasnya.

Pada muktamar ini, pidato kunci disampaikan KH Abdul Hakim Mahfudz. Ia secara khusus membahas tentang perjuangan yang dilalui oleh KH Hasyim Asy’ari.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Kita tentu sama-sama mengenal Sarekat Islam (SI) yang bertujuan untuk memodernisasikan islam. Tetapi, bagi  KH Hasyim Asy’ari, hal itu yang tidak bisa diterima. Karena, SI semua latar belakang muslim dimasukkan, akhirnya terjadi perpecahan. Itu awal munculnya konsep modernisasi dan tradisional. Di sisi lain, terjadi pergantian pemerintahan Arab Saudi yang memiliki kebijakan setiap jemaah haji yang datang akan dipaksa untuk menganut paham Wahabi,” jelasnya.

Lebih lanjut, a juga menerangkan sejarah berdirinya NU. “Di balik impitan tersebut, KH Hasyim Asy’ari serta pihak pondok-pondok pesantren yang telah lama mengajarkan bidang keilmuan Islam akhirnya berkonsolidasi. Banyak upaya dilakukan di saat perpecahan di mana pondok tradisional tidak memiliki wadah. Dengan demikian, terjadi suatu peristiwa yang sangat luar biasa, lahirnya Nahdhatul Ulama’tanggal 31 Januari 1926,” katanya.

Tinggalkan Balasan