Dalam amanatnya, KH. Dumairi Asy’ari menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dari teknis yang lebih baik, pasukan pengibar bendera yang lebih tertata rapi dengan aksi-aksi heroik yang cukup memuaskan. Kiai Dumairi menyampaikan bahwa semua kemajuan kuliatas pelaksanaan upacara sebagai bentuk Rahmat Allah SWT. “Sebagaimana diamanatkan di dalam UUD 1945 bahwa segala bentuk kemaslahatan yang terjadi di lembaga Tanwirul Hija merupakan anugerah dan Rahmat dari Allah SWT,” demikian Kiai Dumairi menyampaikan di antara amanatnya.
Selain itu, KH. Dumairi Asy’ari juga menyampaikan bahwa kemerdekaan yang didapatkan oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari perjuangan pendiri bangsa yang pantang menyerah. “Kemerdekaan Indonesia yang mencapai ke-78 saat ini merupakan hasil perjuangan para pahlawan, khususnya proklamator kemerdekaan, yaitu Sukarno dan Moh. Hatta,” begitu Kiai yang sangat humble ini menyampaikan.

Selanjutnya KH. Dumairi juga mengatakan bahwa dalam membangun kemaslahatan di NKRI harus dimulai dengan pembangunan jiwa dan raga.
“Sebagaimana sering kita lantunkan pada lagu kebangsaan Indonesia, bahwa membangun jiwa didahulukan daripada membangun raga,” demikian Beliau mengatakan.
