Wali Songo dan Budaya Cocok Tanam

Pada 1980-an, KH Abdul Basith Abdullah Sajad, pengasuh Pesantren An Nuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Madura, berhasil menggerakkan para santri dan masyarakat di Guluk-Guluk dan sekitarnya untuk menanam pohon di lahan-lahan gundul. Usaha ini berhasil menghijaukan kembali bukit-bukit di sekitar desa Guluk-Guluk. Masyarakat menikmati hasilnya: sumber air bersih dan lahan kebun atau pertanian yang subur.

Bangsa Indonesia memiliki kearifan lokal: “Menanam apa yang dimakan dan makan dari hasil yang ditanam.” Filosofi kedaulatan pangan ini bisa menjadi pegangan dan panduan bagi bangsa Indonesia dalam memasuki dan mengarungi abad milenial. Di tengah kepungan dan impitan kapitalisme global, apa dan bagaimana perjuangan para kiai, santri, dan pesantren dalam mewujudkan kedaulatan pangan bagi bangsa Indonesia? Wallahualam bis shawab.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Rumah Merah, 13 Juni 2020.

Tinggalkan Balasan