Wisuda Mahasantri, Al-Hikam Gelar Orasi Ilmiah

Juga diingatkannya, tanpa mengenal tradisi yang baik maka transformasi ini bisa menjadi sesuatu yang membahayakan. Menurut Athor, pintar secara akademik saja tidak cukup mendapatkan kesiapan dalam hal perubahan transformasi digital yang sangat cepat.

Akan tetapi, imbuhnya, dengan adanya penguatan ilmu agama yang didapatkan di pesantren menjadi fondasi baik untuk menyambut segala bentuk perubahan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Saya kira Anda akan lebih siap, karena mental dari pesantren saya kira akan lebih cepat bisa beradaptasi dan memiliki tradisi yang membuat sesuatu itu jauh lebih smooth ketika terjadi perubahan dan ini yang tidak didapatkan oleh banyak mahasiswa lain yang tidak melengkapi dirinya dengan ilmu agama,” jelasnya.

Athor juga menyampaikan tentang hal yang harus dilakukan santri untuk terus menjaga yang sudah ada dengan menerima yang baik dan yang baru. “Selain itu, inovasi berjalan natural sesuai kondisi yang dihadapi seiring dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan,” paparnya.

Sebelum menutup orasinya, Athor berpesan agar para santri maupun wisudawan dapat terus merawat tradisi dan melakukan inovasi, karena inovasi akan muncul untuk menghilangkan keluhan pada proses.

“Mudah-mudahan tradisi selama ini yang telah kita junjung semoga mendorong inovasi dan membuat kehidupan menjadi positif,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan