Siapakah itu, merapal di balik punggung
dan namaku dan namamu berdengung
Setelah capung-capung itu mengapung
di antara kerumun halimun menudung
bertukar sapa, juga rasa, dengan gaung

Pada batu-batu berserak bisu
kita akan bersetuju pada ragu
tentang siapa yang menghantu
ketika kita bersekutu
Pada mendung menggantung di pucuk gunung
kita akan bisa menyampirkan murung
menukar dengung dengan seuntai kidung
ketika hati merunjung ke titik sambung
Tapi siapakah itu yang memanggilmu
telah memanggilku dalam gaung
dan kita jadi perindu seperti kupu-kupu
dan kita mengapung seperti capung
