Untuk menuju makam para wisatawan harus menaiki anak tangga yang begitu tinggi sepanjang 200 meter lebih dan sebanyak 700 lebih anak tangga. Tak sampai di situ, wisatawan akan dibuat kaget karena ukuran makam yang begitu panjang mencapai 8 meter lebih. Sementara batu nisan berukuran 1,5 meter berwarna putih dengan berukiran Arab kuno.
Banyaknya pengunjung yang datang ke makam Syiekh Mahmud sejak 1990 menjadikan penduduk Desa Pananggahan berinisiatif mendirikan usaha kecil-kecilan seperti berdagang. Hal tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutah sehari-hari.

Desa Pananggahan sangat unik. Mayoritas beragama Kristen Protestan. Penduduk yang memeluk Islam hanya 6 jiwa. Namun, meski demikian, desa tersebut terlihat tentram dan damai bahkan masyarakat non-muslim ikut berpartisipasi mengembangkan objek wisata makam Syiekh Mahmud.
Sarana prasarana yang berada pada makam Syiekh Mahmud jika diurutkan dari pintu gerbang, yaitu terdapat parkiran kecil dan besar, tempat pembelian tiket, rumah tokoh masyarakat, musala, lokasi berdagang, kamar mandi umum, tempat wudu, dan anak tangga menuju makam. Keadaan sekeliling makam masih terbilang sederhana.
Harapan dari masyarakat dan para wisatawan terhadap pemerintah untuk menjadikan objek wisata ini lebih maju dengan fasilitas yang memadai. Hal tersebut mengingat Syiekh Mahmud adalah orang pertama yang menyebarkan Islam di Nusantara dan merupakan sahabat Nabi, sehingga diharapkan makamnya dapat menjadi wisata religi dunia.
