ZILZAAl

Saat langkah kita berpaut jarak
Pada lorong kenangan
Gelisah pun mendekap degup jantung
Ada gemeretak ngeri dalam diri
Menangkup setangkup puisi yang belum jadi
Biarkan aku menelusuri sajak tuamu
Bersama kekhawatiran dan jarak antara kita

Oktober lalu,
Masih menjadi kemarau musimmu
Musim reranting kenangan mulai patah
Tanpa bisa aku genggam lagi
Hingga akhirnya tiba suatu musim
Antara rindu dan cemburu
Yang mengisyaratkan hati
Untuk lahir kembali menjadi
Seribu aksara yang abadi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

ZILZAAL
:Qs.az-zalzalah

Sudah sekian hari matahari menelanjangi bumi
Kau tetap saja mematungkan diri
Dengan bayangan hitam musim gersang
Hingga pada akhirnya,
Ketika bumi jenuh dan berguncang dengan dahsyat
Memuntahkan seluruh beban yang dikandungnya

Kau bertanya: mengapa begini?
Lalu,
Bumipun menjawab
Lantaran perintah Tuhanmu aku begini
Dan harus kau tahu di hari ini akan kau temukan Tuhanmu
memorak-porandakan dirimu atau memberi takhta tertinggi
sesuai yang Ia janjikan padamu.

Ilustrasi: Kompasiana.

Tinggalkan Balasan