168 Jam Pertama di Pondok

Adab seorang murid terhadap diri sendiri terdapat lima perkara. Pertama, meninggalkan ‘ujub, yaitu sifat membanggakan diri. Kedua, bersifat tawadlu, yaitu rendah hati. Mengamalkan adab ini sebagai santri berumur 24 tahun nyatanya cukup berat. Bagaimana tidak sulit? Ketika mengaji dengan ustaz yang berumur sebaya atau bahkan lebih muda membuat diri kita merasa bisa dan terbesit rasa bangga dalam hati. Sehingga sulit untuk merendahkan hati menerima nasihat yang disampaikan oleh ustaz belia tersebut. Namu, itulah tantangannya mencari ilmu untuk mendapatkan rida Allah.

Ketiga, bersikap waqar atau tenang dan santai saat berjalan. Keempat, memejamkan mata dari perkara-perkara haram. Dan kelima, harus menjadi orang yang dapat dipercaya atas ilmu yang disampaikan kepadanya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Itulah adab murid terhadap dirinya sendiri. Sebenarnya masih ada pembahasan lanjutan mengenai adab murid terhadap diri sendiri dan temannya. Namun, karena waktu yang terbatas khitobah dicukupkan.

Mungkin bagi sebagian orang keputusan yang aku ambil merupakan keputusan aneh, terlebih karena aku hanya mondok sangat dekat dari rumahku, bahkan berada di satu wilayah RT. Mengapa tidak ikut ngaji saja tanpa mondok alias ngalong atau sekalian mondok di tempat yang jauh saja?

Pasti ada pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Namun, keputusan sudah diambil dan ada sebuah pesan yang sering disampaikan oleh para kiai, yaitu barang siapa mencari akhirat, dunia juga pasti didapat.

Tinggalkan Balasan