Beberapa kali saya membaca tulisan yang berseliweran di dinding atau beranda Facebook terlihat para pengkaji, pemangku, dan pemerhati wacana agama masih sering menggunakan istilah Islam sebagai agama formal. Islam masih dipandang sebagai identitas seseorang, identitas keberagamaan.
Pertanyaan yang muncul sering berbunyi: agamanya apa?

Coba dilihat ulang hadis Nabi terkait definisi agama. Hadis yang bercerita tentang kedatangan Jibril kemudian berdialog bersama Nabi dengan maksud mengajari agama kepada sahabat-sahabat.
Di akhir dialog, Nabi melemparkan pertanyaan kepada sahabat: “Tahukah kalian siapa tadi yang datang?”
“Tidak, wahai Nabi,” kompak para sahabat menjawab.
“Itu tadi Jibril yang datang kepada kalian mengajarkan agama kepada kalian,” kata Nabi.
Apa saja yang diajarkan Jibril? Sudah mafhum bahwa yang diajarkan Jibril ada tiga hal mendasar tentang agama; Islam, Iman, dan Ihsan. Lalu, apa yang baru?
