Sebenarnya, menakar makna dakwah adalah mengajak segenap insan untuk menuju rahmat Allah. Baik melalui tulisan, ucapan, hingga percontohan kebaikan yang diaplikasikan dengan pemberian shadaqah dan perbaikan jalan yang rusak. Semuanya merupakan dakwah yang harus disampaikan kepada mad’u (yang diajak).
Dengan demikian, hadirnya duniasantri di pelataran dunia maya merupakan solusi untuk menyampaikan dakwah melalui tulisan. Karena di dalamnya terdapat berbagai rubrik yang patut kita isi untuk menyampaikan pesan keagamaan, termasuk opini yang membahas masalah keislaman, mengirim kajian tokoh, hingga mengirim tulisan tentang cerpen. Itu semua adalah dakwah dalam bentuk tulisan.

Web duniasantri.co, bagi saya, adalah arah baru dalam menuangkan tulisan untuk berdakwah. Dari sini saya berpendapat bahwa berdakwah bukan hanya melalui orasi, namun juga melalui berbagai tulisan yang di dalamnya akan tersampaikan nilai-nilai kebaikan.
Bahkan menurut saya, web duniasantri.co ini lebih baik keberadaannya, terutama di era digital untuk membumikan keislaman di dalam dunia maya.
Dengan demikian, meskipun saya masih baru di duniasantri.co, namun sudah pernah menerbitkan satu artikel dengan rubrik_Pustaka dengan judul “Membaca Kemurnian Buya Syafi’ie Memotret Zaman.”
