KEPADA KEKASIH
jika malam sudah tiba, nabila
pejamkan matamu,
dan lihatlah: seorang penyair
ditindih mati-matian oleh rindunya sendiri
dan kamarnya dipersempit sepi,
kemudian kau berangan dalam jaga:
dialah satu-satunya penyair
yang beriman kepada kata
dan menganggap kekasih sebagai nabinya.

Cabeyan, 2021.
FRAGMEN RINDU
Ibu, malam sudah terpejam
tapi aku masih tak bangkit dari kekalahan:
rindu padamu
seperti menanggung selaksa anak panah
punggungku nanar
darah-darah berkelindan.
pada angin berwarna kapas
kata-kata kupahat
biar segala yang bernama embun
lunglai di antara fajar dan pagi
meski kedatangan matahari akan menghapusnya.
Ibu, dongeng-dongeng sudah lama
tak dibacakan
waktu terasa luntur dari kalender
dan jarum jam terasa patah
tapi aku tekun menulis puisi
untuk sekadar meredam rindu_padamu.
