Publik Indonesia dibuat terkejut ketika pada tahun 2014, Susi Pudjiastuti diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Betapa tidak. Susi bukan sosok “orang sekolahan”. Ia hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dan, sebagai anak pantai, ia menjalani cara hidup “slebor”. Ia dikenal sebagai perokok berat, doyan wine, ceplas-ceplos dalam bicara dengan dandanan sekenanya.

Sungguh, dari penampilan luarnya, Susi dianggap sebagai sosok yang tidak pas menduduki jabatan menteri. Karena itulah pengangkatannya sebagai menteri menyulut kontroversi.

Yang tak diduga banyak orang, juga tidak dimiliki banyak orang, adalah kejujurannya. Susi ternyata terbuka dan jujur akan siapa dirinya. Nyaris tak ada yang ditutupi. Ia jujur hanya tamatan SMP. Dan ketika menjadi menteri, ia mengikuti program Paket C untuk memperoleh ijazah SMA. Susi juga mengakui secara terbuka gaya hidupnya yang slebor. Tapi ia berjanji akan mengemban amanat dengan sebaik-baiknya.
Kita tahu, ketika melepas jabatannya pada 2019, Susi terbilang sebagai salah satu menteri terbaik, dan paling berhasil menata bidang kelautan dan perikanan di Indonesia yang selama ini karut-marut dan penuh kolusi. Legasinya masih terasa hingga kini. Susi masih dicintai hingga kini.
Modal Susi bukan ijazah. Modalnya hanyalah kejujuran, integritas, dan kapasitas.
