LALABAT
Tak ada yang bisa diberi
Selain puisi paling suci
Kepada rumah dan segala isi
Berduka memandangi sunyi

Mulai hari pertama setelah keranda dipikul
Ingatan menjadi makin mengubun
Namun, siapa sangka kenangan saling bersalaman
Pamit memilih tinggal bersama Tuhan
Orang-orang datang mengetuk pintu
Mereka membawa senyum, masuklah satu per satu
Duka tak lagi bersemayam betah
Sebab, pundak ditepuk dengan doa-doa
Hari kedua, ketiga, sampai ketujuh
Hadiah pelukan tak henti dituju
Sebagai pengantar kebahagiaan sederhana
Selepas ditinggal separo hatinya menuju bulan paling purnama
Tak ada yang lebih diharap setiap malamnya selain Fatihah
Patahan-patahan hurufnya bersimbah rangkul paling ramah
Nyeri di hati berbekas
Ranum oleh tahlilan, obat pamungkas
Sumenep, 11 Juli 2021.
SUMPAH MERAH DARAH
