PUISI PALING SUCI

LALABAT

Tak ada yang bisa diberi
Selain puisi paling suci
Kepada rumah dan segala isi
Berduka memandangi sunyi

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mulai hari pertama setelah keranda dipikul
Ingatan menjadi makin mengubun
Namun, siapa sangka kenangan saling bersalaman
Pamit memilih tinggal bersama Tuhan

Orang-orang datang mengetuk pintu
Mereka membawa senyum, masuklah satu per satu
Duka tak lagi bersemayam betah
Sebab, pundak ditepuk dengan doa-doa

Hari kedua, ketiga, sampai ketujuh
Hadiah pelukan tak henti dituju
Sebagai pengantar kebahagiaan sederhana
Selepas ditinggal separo hatinya menuju bulan paling purnama

Tak ada yang lebih diharap setiap malamnya selain Fatihah
Patahan-patahan hurufnya bersimbah rangkul paling ramah
Nyeri di hati berbekas
Ranum oleh tahlilan, obat pamungkas

Sumenep, 11 Juli 2021.

SUMPAH MERAH DARAH

Tinggalkan Balasan