Dari Bedah Cerpen duniasantri

Minggu, 12 September 2021, jejaring duniasantri kembali menyelenggarakan workshop penulisan sekaligus bedah cerpen bagi santri untuk kedua kalinya. Berbeda dengan workshop penulisan cerpen sebelumnya, 18 Juli 2021,kali ini dilakukan pembedahan atau kurasi terhadap empat cerpen yang ditulis oleh para penulis duniasantri.co.

Seperti sebelumnya, workshop kali ini juga menghadirkan dua nara sumber, Putu Fajar Arcana dan Mohammad Hilmi Faiq. Keduanya adalah sastrawan, cerpenis, dan redaktur Harian Kompas. Workshop yang dilaksanakan secara virtual mulai pukul 10.00 sampai 13.00 WIB ini diikuti sekitar 25 kontributor atau penulis situs web duniasantri.co.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Keempat cerpen yang dibedah oleh kedua nara sumber ini masing-masing adalah Mimpi Si Juha dan Tafsirannya karya Hamdi, Di Sebuah Negeri yang Hampir Mati karya Akhmad Idris, Lelaki dan Sekuntum Edelweis karya Rusdi El Umar, dan Mata Istri karya Fathorrozi.

Para nara sumber membedah atau mengkurasi keempat cerpen tersebut kemudian memberikan sejumlah catatannya. Pembedahan atau kurasi diperlukan agar cerpen-cerpen karya santri lebih “menggigit” dan layak dikonsumsi publik.

Dalam workshop ini, secara bergantian kedua nara sumber menguraikan hasil telahaan terhadap  empat cerpen tersebut, termasuk kekurangan dan kelebihannya. Mas Faiq, demikian Hilmi Faiq biasa disapa, mengulas cerpen pertama yang berjudul Mimpi Si Juha dan Tafsirannya.

“Penggarapan deskripsi cerpen ini butuh dikelola secara lebih baik,” ungkap Mas Faiq.

Sementara, Putu Fajar Arcana menilai penulis cerpen pertama ini masih perlu menentukan gagasan dengan matang.