Memperdayakan Budaya Literasi di Pesantren

Istilah literasi secara umum mengacu pada keterampilan membaca dan menulis. Dalam artian, seorang literat merupakan seseorang yang telah memiliki penguasaan keterampilan membaca dan menulis. Mengapa umum dikatakan membaca dulu baru menulis? Sebab, seseorang yang hendak menulis, tentu akan melakukan kegiatan membaca terlebih dahulu. Sederhananya, orang yang hendak memberi, harus memiliki terlebih dahulu.

Literasi menjadi bagian tak terpisahkan dari integritas keilmuan akademisi, termasuk pesantren. Sebagai lembaga yang tidak terlepas dari pembelajaran mendengar, membaca, dan menulis, menjadi sebuah keharusan bagi pondok pesantren agar literasi mampu diinternalisasikan di kalangan para santri. Sebab pada prinsipnya, literasi menjadi budaya pesantren yang patut diapresiasi dan dipertahankan. Di samping itu, dengan literasi pula, dakwah pesantren mampu tersampaikan secara relevan dan fleksibel.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan