Hujatan Indah Penggembala Domba

Suatu waktu, Nabi Musa menapaki jalan seorang diri di pegunungan. Kemudian menemukan pemandangan yang membuat dirinya kagum. Di mana ia melihat seorang penggembala domba sedang berlutut dan mengangkat kedua tangannya yang terenggang dan menengadah ke langit. Namun, ketika didekatinya, alangkah terkejutnya Nabi Musa mendengar doa yang dilantunkan si penggembala domba.

“Wahai Tuhanku tercinta. Hamba mencintai-Mu lebih dari yang Engkau tahu. Hamba akan melakukan apa saja untuk-Mu, tinggal katakan saja. Bahkan, jika Engkau meminta hamba untuk menyembelih domba paling gemuk di antara kawanan dombaku atas nama-Mu, hamba akan melakukannya tanpa sedikitpun rasa ragu. Engkau akan memanggang domba itu dan menempatkan lemak ekornya di nasi-Mu untuk penyedap rasa.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Nabi Musa makin mendekati posisi penggembala itu. Mendengarkan dengan seksama dari jarak yang dekat.

“Setelah itu, hamba akan mencuci kaki-Mu dan membersihkan telinga-Mu. Kemudian mengambil kutu-Mu. Betapa hamba mengasihi-Mu.”

Setelah cukup mendengarnya, sedari tadi ia hanya menahan gejolak ingin memberhentikan mulut bodoh si penggembala. Akhirnya kemudian ia menyeru, menyela kepada si penggembala, “Berhenti, dasar manusia bodoh! Kau pikir apa yang kau lakukan itu? Apakah kamu pikir Dia makan nasi? Apa kamu berpikir Tuhan punya kaki untuk kamu cuci? Itu bukan doa. Itu hanya hujatanmu saja.”

Tinggalkan Balasan