Pada Juli 2025 kami ditugaskan melakukan kunjungan lapangan guna pendampingan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (K2N). K2N dilaksanakan di Desa Wonokitri, yang berada di lereng Gunung Bromo di Jawa Timur.
Siang itu, setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan di kampus, kami pun bergegas menuju stasiun Gambir. Perjalanan dari kampus UI Depok menuju Desa Wonokitri di lereng Gunung Bromo tidak saja memberi pengalaman berbeda bagi kami. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari Jakarta menuju Kota Malang, dan kemudian berganti transportasi melewati jalan sempit berliku, kami tiba di sebuah desa yang menyimpan jejak sejarah Suku Tengger sejak abad ke-10, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Walandhit (929 M).

Wonokitri bukan sekadar pintu masuk menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ia adalah ruang hidup masyarakat yang teguh merawat adat, menjalankan upacara, dan menjaga harmoni dengan alam. Lanskap pegunungan, ladang tanaman holtikultura, serta tradisi religius menjadi identitas yang membedakan desa ini dari destinasi wisata biasa.
