PERSIMPANGAN MAQRA’
Jauh sebelum langkah kakinya suram
menyisakan bekas debu
meronta iman dan islammu

wajah malam
menyesap langit dan keheningan
biarkan kota dan jalanan
hingar bingar dengan klakson dan kembang api
cukup kita dan lincak-lincak kampung menguncup tenang.
___khusuk dalam pusaran ngaji.
seketika,
Maqra’ kita sampai di persimpangan ayat
_____”Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan men-jadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya),”
seketika,
jejak itu terhenti,
mengajak mata, memandang malam dari celah langgar dan dedaunan.
Februari, 2026.
BERSELIMUT LAILATUL QADAR
selepas beduk berbunyi
tepat di kepala anak kecil itu
pertanyaan liarnya
segera menghampiri
“Kenapa orang-orang berjejer rapi, padahal hanya suara beduk.”
___selepas dewasa, anak kecil itu berakhir paham.
itulah cahaya ramadan.
selepas terawih, orang-orang bersalaman, lancut baca Qur’an dan tadarusan.
sedang, di kepala anak kecil itu. pertanyaan berikutnya menguncup kembali.
“Kenapa harus bersalaman, dan kenapa harus tadarusan semalaman?”
___selepas dewasa, anak kecil itu berakhir paham.
Itulah kenikmatan ramadan.
dan,
malam memajang dirinya
tepat di langit masjid dan halamannya.
sedang,
anak kecil itu
menggeliat di teras masjid
tertidur semalaman.
___sementara, malaikat Jibril menyelimutkan Lailatul Qadar ke tubuh mungil itu.
Februari, 2026.
MENAKAR PUASA
ada peluh merupa bau surga,
bila tiba di sujud terakhirnya
ada jejak mengalirkan cahaya surga, bila dilangkahkan ke masjidnya
ada lelap dihitung ibadah, bila dilakoni dengan puasa
ada dosa terkelupas dari badan dan jiwa, bila ditunaikan zakatnya
