Mahasiswa UIN KHAS Jember Perdalam Kajian Al-Qur’an

Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember memperdalam kajian bahasa dan makna Al-Qur’an.

Kegiatan bertema “Bahasa, Makna dan Tafsir: Eksplorasi Semantik dan Semiotik dalam Kajian Al-Qur’an” berlangsung di kampus UIN KHAS Jember, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026). Acara ini menghadirkan dua narasumber, Ahmad Sahidah, Ph.D. dari Universitas Nurul Jadid, Probolinggo dan Dr. Fathurrosyid, M.Th.I. dari Universitas Annuqayah, Madura.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Acara dipandu oleh Ustaz Amir selaku moderator. Dalam pengantarnya, ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca sebagai kitab suci dan pedoman hidup umat Islam, tetapi juga memiliki kekayaan bahasa yang perlu dipelajari secara mendalam.

Menurutnya, memahami Al-Qur’an membutuhkan penguasaan berbagai ilmu kebahasaan. Di antaranya ilmu bayan, ma’ani, nahu, saraf, dan semantik yang dapat membantu pembaca menangkap makna ayat secara lebih utuh.

“Al-Qur’an bukan hanya sebagai kitab suci, tetapi juga menjadi objek kajian ilmiah. Dalam ilmu Al-Qur’an, ada banyak ilmu kebahasaan yang bisa dipelajari. Salah satunya adalah semantik Al-Qur’an,” jelasnya.

Pada sesi pertama, Ahmad Sahidah mengajak mahasiswa melihat bagaimana bahasa dan konteks berperan dalam memahami pesan Al-Qur’an. Ia menyinggung pragmatik, yakni kajian bahasa yang memperhatikan maksud suatu ungkapan berdasarkan situasi dan konteks penggunaannya.

Tinggalkan Balasan