Ya, kekocakan serta kecerdikan Abu Nawas—yang acap menerbitkan tawa campur kagum—, boleh jadi telah sering sampean baca. Sampean masih ingat, saat Abu Nawas berjalan dengan teman-temannya, kemudian begitu hujan turun, seketika itu juga Abu Nawas mlencing meninggalkan mereka untuk berteduh?
Ya, syukurlah sampean masih ingat: saat satu di antara mereka menegurnya, “Abu Nawas, kenapa kau menghindari hujan, bukankah hujan adalah rahmat?”

