Ketika Santri Menjadi Peneliti

Ketika saya aktif menjadi santri di Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, Madura terlintas di benak saya dan di pikiran teman-teman lainnya terkait fonomena di sekitar pesantren. Kami, para santri, sudah mempelajari perihal tumbuh-tumbuhan semisal monokotil, dokotil, generatif, vegitatif, fotosintesis, dan lain sebagainya. Tentu saja pemahaman tersebut hanya sebatas tekstual, tanpa lebih jauh meneliti ke tingkat yang lebih kompleks dan realistis.

Setiap saya jalan-jalan di sekitar pesantren, di pagi hari selepas kegiatan subuh, olah raga yang simpel, murah, dan hemat adalah berjalan pagi. Udara yang masih segar dengan oksigen perdesaan yang bersih menjadikan santri hidup sehat dan tidak ada masalah dengan kesehatan. Nah, di saat itulah saya melihat fenomena alamiah bahwa tanaman jagung di bawah tiang listrik yang terdapat cahaya lampu terlihat lain dari tumbuhan jagung lainnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal ini ini menjadi bahan diskusi di antara kami sebagai santri. Tentu saja dengan segala pengetahuan yang terbatas, begitu juga dengan pemahaman yang tidak dapat dibuktikan dengan cara ilmiah.

“Itu karena cahaya lampu mengandung bahan kimia,” kata teman saya bersemangat.

Tinggalkan Balasan