“Kimia apa yang dikandungnya?” tanya kawan lainnya.
“Nah, itu yang perlu penelitian lebih lanjut,” jawabnya berdiplomasi bagai seorang peneliti.

Hingga akhirnya diskusi itu hanya sampai pada perkiraan dan dugaan saja. Tidak sampai pada penelitian yang saksama, terorginisasi, dan terfokus terkait dengan fenomena alamiah ini. Karena pada waktu itu, laboratorium tempat penelitian belum tersedia. Atau pun juga disebabkan karena sumber daya daya manusia di pesantren masih terbatas. Tetapi saat ini, di PP Annuqayah sudah terpenuhi peralatan untuk sebuah penelitian, termasuk juga terkait dengan tanaman jagung yang tidak berproduksi atau berproduksi ketika terkena cahaya lampu yang intensitasnya cukup besar.
Kemarin, Jumat, 28 Mei 2021, kami, santri alumni MA I Annuqayah 1993, mengadakan acara silaturrahmi di rumah H Afif Abu Thoriq. Di depan rumah teman saya ini terdapat tanaman jagung yang cukup besar, berbeda jauh dengan lainnya, tetapi tidak berbuah atau tidak menghasilkan biji jagung. Di depan rumah teman saya tersebut dipasang lampu led cukup banyak. Ditengarai, disebabkan cahaya lampu tersebut tanaman jagung tidak berproduksi, sebagaimana yang saya lihat di pondok dulu.
