“A Poet of the Invisible World”: Fiksi Gay Berlatar Kehidupan Sufi

Orang boleh berdebat mengenai apakah perjalanan Nouri merupakan perjalanan spiritual atau tidak, tetapi bagi saya, perjalanan Nouri lebih banyak merupakan perjalanan yang dilakukan dengan terpaksa karena nasib tidak memberinya banyak pilihan.

Satu-satunya perjalanan yang nampaknya dilakukan dengan penuh kesadaran adalah perjalanannya untuk pulang ke Tan-Arzhan di akhir cerita. Sehingga, alih-alih bercerita tentang sufi yang gay, novel ini bagi saya lebih menunjukkan bagaimana seorang gay berusaha untuk memaknai tradisi sufi dalam menjalani hidupnya dan bersetia dengan apa yang ia sebut sebagai cinta.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Golding sendiri dalam novelnya mengungkapkan bahwa bagi Nouri, semua ini adalah tentang cinta. Bahwa kedekatannya pada Allah hanya dapat dicapai melalui cinta.

Terlepas dari tema ceritanya yang mungkin bagi beberapa orang terbilang tabu, novel ini cukup menarik untuk dibaca karena Golding menarasikannya dengan bahasa yang indah. Namun, bagi mereka yang tidak tahan dengan buku sepanjang 317 halaman yang mengisahkan perjalanan hidup satu orang saja, mungkin buku ini akan terasa membosankan.

One Reply to ““A Poet of the Invisible World”: Fiksi Gay Berlatar Kehidupan Sufi”

Tinggalkan Balasan