HAMPIR IBU
aku hampir
melupakan tragedi
semalam suntuk itu, mimpi kedua sehabis ibu

tapi kali ini setuju
dan berusaha
merangkai mimpi
meski tak kutahu pastinya
dan di akhir scene
aku juga benar-benar menambal
yang tersisa dari perapian-perapian.
Langkap, 2025.
MEMILIKI RINDU
bila mana batin masih murung
di gerbang rantau, aku bayangkan selonjoran ibu lebih dedah
ke langit terbuka dan tertutup sangat getar dada
barangkali ia ibu meyakini debaran adalah cara mengenang masa itu lebih halus menyembunyikan dirinya sendiri
dan bila mana batin masih bisa menggenggam
atas nama-nama tangan rapal
seketika pohon bisa kembali cagak, pesan ayah.
“bumi dan waktu memiliki rindu” ibu melanjutkan
maka ada kesempatan
menambal tragedi
yang mencoreng muka.
Langkap, 2025.
ilustrasi: melika
